Wednesday, October 6, 2010

Traffic Report : Beberapa kesalahan pengguna jalan


Bus kota

beroperasi dengan kecepatan tinggi, padahal jalanan padat

memutar musik volume tinggi

penumpang yang mau turun disuruh cepet/ligat -penumpang kan butuh ketenangan buat turun-

kadang ga ada pengaman buat penumpang yang duduk deket pintu

kadang menyalip sesamanya – dan itu cukup mengerikan-

kondisi kesehatan mesin kurang meyakinkan


Angkot

suka nyalip bus atau sesama angkot seenaknya

pake kecepatan tinggi ga kira-kira

pake parfum mobil berlebihan

suka ngetem

suka muter musik dengan volume tinggi, bikin susah penumpang yang mau turun


Mobil

suka ga liat-liat kondisi, make kecepatan lambat, padahal yang lainnya cepet, atau ngebut, padahal jalanan padat

keliatan gegabah n ga fokus

nyalip di sebelah kiri kendaraan lain

nyumpah-nyumpahin pengendara motor kalau motornya lelet atau berjalan seenaknya

kalau mobil baru, kadang suka seenaknya


Motor

suka seenaknya pake kecepatan

nyalip di sebelah kiri

ngebut ga liat situasi dan kondisi

suka banget bercengkrama sesama pengendara motor

kadang jalan sambil nelepon atau denger musik

kadang jadi ga peka sama sinyal yang diberikan kendaraan lain karena menggunakan proteksi tinggi (helm ala pembalap)

suka males pake helm kalau jarak tempuh dekat

bonceng tiga alias tartig (tarik tiga), kadang malah tarik sekian

kadang pengendara ga pake helm, tapi yang dibonceng pake helm


Pejalan kaki

nyeberang ga liat-liat

kalo jalan rame-rame kadang sampai memakan badan jalan


Wohoho..cuma iseng-iseng bikin postingan ini. Bukannya saya ga suka sama pengendara motor atau lebih memilih pejalan kaki, tapi baru segini yang saya amati selama tinggal di Padang..hehehe

Kalo soal mobil vs motor itu emang bener loh. Buktinya ayahku, supir angkot, n pengemudi mobil lain yg pernah kutumpangi pada kesel sama ulah pengendara motor yang suka seenaknya. Kadang aku lebih takut ketabrak motor daripada ketabrak mobil *aneh* karena motor kadang suka ngebut n datang dari tempat yang ga terduga, tapi kalo mobil jarang yang ngebut gila-gilaan.

Buat yang ga setuju, silakan kasih kritik dan sarannya. Buat yang setuju, kasih alasan kenapa kalian setuju..ok!

Resume Materi Talk Show (yang saya janjikan)

Eits! Tunggu..tunggu!

Jangan kaget ya, kalau postingan kali ini pake bahasa Inggris karena pematerinya juga berbahasa Inggris, jadi saya keenakan nulis resume dalam bahasa Inggris yang entah betul entah kagak.

-hosh..hosh..capek!-

First speaker : Prof. Dr. Armenia, MS, Apt.
Dosen bidang Farmakologi, Fakultas Farmasi, UNAND
  • Interested to English since Junior High School
  • English is her favorite subject
  • At University (1st year), she found that most of textbooks was written in English. She worked hard, went to library, read all the books, and translate it with the help of dictionary. Now, she can read English textbooks easily.
  • She listened a Medicinal Chemistry lecture given by an American lecturer. Medicinal Chemistry was a new topic at that time. Fortunately, she got A- for that subject.
  • She couldn't get a scholarship to US because of her not-so-good marks. But she kept trying and trying.
  • Finally, she got the chance to go to US at 1997.
  • Learning is a process, no one can be success at instant
  • Motivate yourself, so you can do anything that you want

Second speaker : Miss Desmizayatri (Miss Tili)
Dosen Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, UNAND
  • There are many students who have big motivation to speak English well, but they are too shy or too afraid of making mistakes.
  • Bad culture of Minangese people : Bahaso Minang se lah kabau
  • Friendly environment is important for making our self familiar with English.
  • English need practice
  • Importance of learning English : update your knowledge, make friends, get better jobs, get scholarship abroad.
  • To get better jobs in foreign countries, you must possess high TOEFL score (>450)
  • To get scholarships, you must get high TOEFL score (550 for US, 500 for Australia)
  • If you wanna continue your study in countries which don't use English as the first/second language, you still need high TOEFL score and good English skill.
  • To entertain yourself, you need English to enjoy movies, songs, plays, or games.
  • With help from social networking sites, you can make friends from many foreign countries.
  • What we need is : courage to practice English. Even if you take a wellknown English course, it doesn't guarantee you to speak English well.
Nah, saya sudah memenuhi janji kan?

Btw, ada kata-kata yang menyinggung masyarakat Minang di atas (yang fontsize-nya kecil). Tapi saya harus menulisnya karena hal itu memang disampaikan oleh pembicaranya dan hal itu memang kenyataannya.

Bahaso Minang se lah Kabau (Berbahasa Minang saja lah, ******) ---> saya tahu, ungkapan ini cukup kasar. Bagi teman-teman yang ga ngerti, beberapa orang Minangkabau menggunakan ungkapan ini untuk orang yang berbahasa selain bahasa Minangkabau (bahasa Indonesia, English, dll). Nah, jangan sampai kita (khususnya masyarakat Minangkabau) patah semangat untuk mempraktekkan bahasa Inggris (atau bahasa lainnya) hanya karena ungkapan ini. Dan jangan sampai lupa dengan bahasa daerah sendiri karena keasyikan berbahasa asing.

Sekali lagi, saya minta maaf, saya bukannya mau menyinggung unsur SARA di sini.
Oya, bagi yang kurang paham dengan postingan ini, jangan sungkan-sungkan! Tanya aja langsung via komentar..

Saturday, October 2, 2010

3 in 1 Position! 3 in 1 Journal

Oke, postingan kali ini adalah postingan semi-impromptu alias dipersiapkan setengah matang di dalam otak saya.

Ya udah, langsung saja yaa

1. Journal of A Fail Secretary

Kali ini, saya bercerita tentang pengalaman pertama saya selama menjadi sekretaris acara talk show yang diadakan PEC (Pharmacy English Club) hari ini.


Sejujurnya, sekretaris adalah posisi paling tak terbayangkan selama saya mengenal sesuatu yang bernama panitia. Sebelumnya, saya selalu memilih posisi aman alias anggota bidang. Yup, posisi yang tidak banyak dicari kesalahannya dan tidak banyak mengemban tugas.


Bayangkan, tiba-tiba saya menjadi sekretaris untuk acara ini hanya karena chatting dengan salah satu tutor PEC. Awalnya beliau menantang saya untuk menjabat posisi ketua. Namun, saya menolak karena merasa itu terlalu berat. Sebagai gantinya, saya memilih posisi bendahara karena saya pernah menjadi bendahara khusus denda sewaktu SMP. Sayangnya, posisi itu tidak tersedia. Yang tersedia hanya posisi sekretaris dan koordinator bidang.


Oke, akhirnya saya memilih sekretaris. Dengan alasan, sepertinya posisi ini tidak begitu berat dan akan banyak bantuan dari pihak lainnya. Lagipula saya harus melalui proses persetujuan dari pengurus PEC dulu.


Dan..eng...ing...eng! Saya diberitahu bahwa saya sudah resmi menjadi sekretaris panitia talk show ini. Ketua PEC juga memanggil saya dan memberi saya soft copy surat-surat dan proposal yang diperlukan untuk acara ini. Euforia sesaat saya seketika berganti menjadi kecemasan. Sebanyak ini???


Ternyata surat-surat itu sudah siap pakai dan hanya perlu sedikit pengubahan, misalnya masalah dana atau rincian acara. Ya sudah, saya hanya perlu memberikan tanda tangan saya di surat-surat dan di lembaran pengesahan.


Uoh, tanda tangan saya akhirnya nongol di proposal dan surat resmi! Hahahaha


Jangan dikira enak menjadi sekretaris! Menurut saya, menjadi sekretaris jauh lebih sulit daripada menjadi ketua. Ibaratnya di sistem pemerintahan, kepanitiaan adalah sistem monarki, dimana ketua sebagai raja, dan sekretaris sebagai perdana menteri. Ketua adalah icon-nya kepanitiaan, dan sekretaris adalah si sibuk yang tak begitu dikenal, berbeda dengan perdana menteri yang popularitasnya sebanding dengan kesibukannya.


Contohnya saja, berkali-kali kami (saya harus menggunakan kata ganti orang pertama jamak ini karena saya mengerjakan tugas tidak sendiri, saya dibantu oleh Kak Via, ketua PEC) harus menge-print ulang surat yang diperlukan karena pihak berwenang yang harus menandatangani surat berhalangan alias tidak ada di tempat. Atau men-scan tanda tangan gubernur BEM karena gubernur BEM mempunyai banyak urusan.


Namun, saya senang karena acara ini berlangsung dengan lancar (walaupun masih banyak kekurangannya). Sekarang saya bingung bagaimana cara membuat laporan pertanggungjawaban yang baik.


Kak Via..maaf merepotkanmu sekali lagi...hehehehe


Buat semua panitia Talk Show and Launching English Day, maaf untuk semua kekurangan yang saya lakukan. Saya akan berusaha lebih keras lagi di waktu mendatang.


Ganbarimasu! I’ll do my best!


2. Journal of A Receptionist Wannabe

Ohohoho..ini tentang pengalaman pertama saya menjadi resepsionis. (Dasar kurang pengalaman)


Saya kira menjadi resepsionis itu mudah karena tugasnya hanya duduk, mengamati peserta yang mengisi daftar hadir, dan mengumpulkan uang insert.


Ternyata perkiraan saya tidak sepenuhnya benar. Karena otak matematika saya tidak begitu kuat, saya kadang-kadang bingung bila peserta memberikan uang dalam jumlah yang cukup besar. Bahkan salah satu peserta mengatakan,”Kak, uangnya kurang.”


Ugh, benar-benar memalukan!


Rasanya saya ingin menempelkan stiker di depan wajah saya,”Bayarlah dengan uang pas.” Ya, saya senang bila peserta membayar dengan uang pas, jadi saya tidak perlu menghitung uang yang akan diserahkan sebagai kembalian.


Dan ada kejutan! Ada puluhan peserta dari jurusan lain. Awalnya saya ragu, apakah mereka diperbolehkan untuk ikut serta, mengingat acara ini ditargetkan untuk mahasiswa farmasi. Karena panitia yang lainnya membolehkan, ya mau bagaimana lagi?


Oke, sepertinya saya memang tidak luput dari kesalahan selama menjadi panitia. Bukan saja sebagai sekretaris, sebagai resepsionis juga. Pertama, saya terlambat datang karena ada masalah dalam menge-print form registrasi. Kedua, tidak ada yang berjaga di meja registrasi sampai acara selesai. Kenapa? Karena dua orang resepsionis harus mengikuti kuliah, sementara saya tergoda untuk mengikuti acara di dalam ruangan dan saya juga ditunjuk menjadi operator laptop.


Kesalahan adalah pengalaman dan guru yang paling berharga. Dan dari kesalahan ini saya belajar dan mengevaluasi diri. Untuk kritik dan saran dari seluruh panitia selama sesi evaluasi, terima kasih!


3. Journal of Notebook Operator

Menjadi operator bukanlah pengalaman pertama bagi saya karena saya sudah pernah menjadi operator pada presentasi materi MOS sewaktu saya masih SMA.


hohohohoho


Namun, tetap saja saya gugup karena sudah lama saya tidak menjadi operator presentasi. Ditambah lagi dengan posisi meja operator yang sangat dekat dengan AC membuat tangan saya berkeringat dingin.


Materi pertama dan kedua tidak memerlukan operator karena pemateri tidak mengandalkan slide presentasi. Daripada kurang kerjaan, lebih baik saya mencatat materi yang disampaikan, ya kan? Maka saya mengambil buku dan pensil, kemudian kembali ke meja operator dan mulai mencatat materi penting. Bagi yang mau membaca hasil coretan saya, nanti akan saya publish di sini.


Masih enak-enaknya mencatat, si moderator memanggil saya dan menyerahkan flash disk untuk materi ketiga. Dan disinilah tugas operator dimulai.


Pemateri ketiga ada dua orang, mereka menyampaikan informasi beasiswa dan pengalaman mereka selama di luar negeri. Awalnya, saya kurang bisa menangkap kode yang disampaikan, tetapi selanjutnya, saya sudah terbiasa.


Saya juga mengetik pertanyaan dan jawaban yang diberikan selama sesi diskusi di laptop yang digunakan untuk menampilkan presentasi. Sayang, saya tidak bisa menuliskannya di blog ini karena saya sudah lupa pertanyaan dan jawabannya.


Tugas operator akhirnya berhasil saya lalui dengan baik. Sekali lagi terima kasih kepada ketua PEC yang memberikan kepercayaannya kepada saya.



-postingan pertama saya yang pake warna-warni nih..semoga ke depannya bisa dipertahankan terus..hhe-

Sunday, September 12, 2010

Berhenti menjadi fangirl

Bagaimana? Apakah kalian cukup kaget dengan judulnya?

Ya, saya memutuskan untuk berhenti menjadi seorang fangirl... saya akan menghapus Super Junior dari hati dan otak saya, juga boyband lainnya..termasuk seorang Lee Sungmin yang pernah meninggalkan deep impact di hati saya.

Kenapa? Karena saya menganggap hal ini adalah perbuatan sia-sia, banyak mudharat daripada manfaat. Saya akan kembali ke logika dan prinsip yang sudah saya pegang bertahun-tahun (sebelum setahun lalu tergoyahkan).

Buat apa memikirkan seseorang yang tidak pernah memikirkanmu?

Buat teman-teman sesama K-fangirl yang kebetulan membaca postingan ini, saya harap pengertiannya. Kalau mau bashing juga tidak masalah. Toh, saya sudah yakin dengan keputusan ini.

Buat ke depannya, Insya Allah saya akan lebih fokus ke studi dan kepenulisan tentu saja. Saya juga beruntung telah mengenal fanfiction yang berhasil memacu saya untuk menulis lagi. Saya juga belum akan keluar dari jajaran staf sjff2010, karena mereka sudah saya anggap keluarga, mereka terkadang lebih saya percaya untuk curhat dan mengeluarkan opini tak penting. Mungkin ketika saatnya tiba nanti, saya akan mengundurkan diri.

Untuk sekarang, saya akan mencoba membuat cerita fiksi tanpa tokoh Super Junior. Doakan agar saya bisa kembali menjadi saya yang dulu ya!

Thanks!

*Oya, postingan mellow ttg Lee Sungmin saya hapus yaa..*

Monday, August 2, 2010

Thinking about future, eh?

hyaahhh..kembali lagi dengan aku yang lagi mellow (lagi)
masa depan? akhir-akhir ini aku lagi sensitif banget sama dua kata ini...
apalagi sebagai anak kuliahan, banyak banget kejadian yang harus aku hadapi nantinya, secara, aku buksan angkatan muda lagi...
nyelesain target sks, KKN (kuliah kerja nyata), nyusun proposal, penelitian, skripsi, seminar, ujian komprehensif, apoteker, cari kerja, dan seterusnya...

berharap semuanya dapat kulalui dengan lancar...amiin

kayaknya segitu dulu deh..lagi ga mood curhat, sorry